Rabu, 01 Juli 2015

metode penelitian kuwantitatif ilmu administrasi negara



Nama : Merelius Suwando
Nim     : 2012210048
Prodi   : ilmu administrasi Negara
Kelas   : B
RINGKASAN
Peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya di tempuh melalui keputusan-keputusan, tetapi melalui peningkatan kemampuan aparat dalam memberikan berbagai materi mengenai manajemen pelayanan melalui diklat-diklat structural pada berbagai tingkatan. Penilaian kinerja pelayanan publik tidak cukup hanya dilakukan dengan menggunakan indikator-indikator yang melekat pada pengguna jasa seperti kepuasan para pengguna jasa seperti kepuasan para pengguna jasa. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui kualitas pelayanan pembuatan E-KTP yang di berikan oleh Pemerintah Kecamatan Bonti Kabupaten Sanggau yang di ukur melalui beberapa indikator kualitas pelayanan. Jaminan, bukti langsung, empati, daya tanggap, kehandalan, dan komunikasi.
Selainitu penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui faktor kendala dari kualitas  pelayanan yang dapat dilihat dari sarana dan prasarana, prosedur pelayanan, dan kemampuan pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif dengan pengumpulan data yang diperoleh dari observasi dan wawancara. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan pembuatan E-KTP di Kecamatan Bonti masih belum maksimal yang dapat dilihat dari jaminan penyelesaian yang belum pasti, sarana dan prasarana yang kurang memadai, kurangnya perhatian dantanggapan yang baik dari pegawai, daya tanggap pegawai yang kurang serta kurangnya informasi yang di berikan kepada masyarakat mengenai prosedur pelayanan. Peneliti menyarankan agar Pemerintah Kecamatan Bonti meningkatkan kinerja pegawai dengan melakukan pelatihan terhadap pegawai, menambah sarana dan prasarana dan juga memperjelas informasi mengenai prosedur pelayanan. kata kunci : PERAN APARATUR PEMERINTAH KECAMATAN BONTI DALAM PELAYANAN E-KTP


Penulis


Merelius Suwando

Rabu, 12 November 2014

Reformasi Administerasi & Governance

NAMA : MERELIUS SUWANDO
NIM : 2012210048

Abstrak :
Pada hakekat nya bahwa Reformasi adminnistrasi adalah lebih mengarah kepada suatu perubahan yang dimana perubahan itu merupakan suatu bentuk gerakan dalam melakukan suatu perubahan untuk menuju perubahan itu perlu adanya tahapan-tahapan yang di lalui demi mencapai kemajuan dan perubahan dalam pembangunan yang lebih efektif dan efesien sehingga bisa menciptakan suatu administrasi yang baik dalam melakukan pelayanan yang maksimal.
Dewasa ini kita melihat bahwa sebuah perubahan itu sangat penting baik itu dalam bentuk sebuah pembangunan yang efektif yang terarah atau disengaja dengan mengedepankan kepemimpinan yang bermoral atau status quo perubahan yang terarah dan ketahanan administrasi atau dukungan. Pada hakekatnya reformasi merupakan sebuah pembangunan yang tidak selamanya berjalan dengan baik, bahkan gagal atau tidak puas, oleh sebab itu perubahan yang direncanakan semaksimal mungkin sehingga suatu rencana itu tidak sia-sia dan mengambil sebuah kebijakan yang tepat dengan menggunakan kekuasaan, dan bagaimana kita harus bisa mengikuti arus dalam pembaharuan atau perubahan demi mewujudkan keadilan sosial secara efektif dan efisien.
Bila di kaitkan dengan kopetensi matakuliah yang saya ambil ini yaitu tentang bagai mana kita melayani masyarakat dengan baik dan mebangun demi kemajuan dan kemakmuran akan bermamfaat ketika lulus nanti dan dari pengalaman ini bisa melakukan suatu perubahan yang di inginkan oleh setiap orang maupun masyarakat yang membutuhkan sebuah pelayanan mengarah kepada sistem yang baik tampa adanya kerjasama yang krang baik dalam menjalankan tugas dan kewajiban nya sebagai pelayanan dalam masyarakat, semoga bisa membawa perubahan ke depannya, pembangunan di berbagai aspek dan apa yang di harapkan oleh masyarakat dan selama ini di nantikan oleh setiap masyarakat itu mengharapkan pelayanan yang prima dan pelayanan yang efektif dan efesien, ini sangat penting jika ketika terjun langsung ke dalam organisasi masyarakat.

Rabu, 29 Oktober 2014

REFORMASI ADMINISTRASI & GOVERNANCE



Nama   : Merelius suwando
Nim     : 2012210048
Mk       : REFORMASI ADMINISTRASI & GOVERNANCE


Di tengah-tengah semakin berat dan kompleks tantangan bangsa Indonesia menghadapi era global saat ini, mengedepankan pembaharuan, pemikiran-pemikiran yang inovatif dan produktif pada lembaga pemerintah baik pusat dan daerah merupakan langkah dan sikap dalam memperbaharui pembangunan yang tepat serta patut mendapatkan dukungan dari semua komponen masyarakat dengan kata lain Reformasi Administrasi di Indonesia harus sesegera mungkin menjadi pilihan para penyelenggara pemerintahan baik pusat maupun daerah guna mewujudkan good governance, pemerintahan yang bersih, sehat, dan berwibawa. Sejak dua dekade terakhir, pelaksanaan reformasi administrasi publik makin nyata di berbagai negara termasuk Indonesia. Seiring dengan perubahan tatanan kenegaraan yang dilandasi adanya semangat reformasi telah mewarnai pemberdayaan dan mengimplimentasikan seluruh aparatur Negara untuk mewujudkan administrasi Negara yang mampu mendukung keterpaduan pelaksanaan fungsi penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berwibawa sebagai bagian dari tuntutan reformasi.
Era demokratisasi yang berlangsung selama ini menjadi babak baru dan telah mengilhami para aktivis untuk mewujudkan pemerintahan yang memberi ruang partisipasi luas bagi aktor dan lembaga di luar pemerintah sehingga sangat dimungkinkan adanya pembagian peran dan kekuasaan seimbang antara negara, masyarakat sipil dan mekanisme pasar. Jika kondisi ini dapat di implementasikan dengan kesadaran penuh khususnya bagi penyelenggara Negara, maka apa yang diharapkan untuk mewujudkan pemerintahan yang baik secara bertahap akan terlaksana. Implementasi dari good governance di era reformasi ditandai adanya kelembagaan dalam governance yang melibatkan secara aktif keberadaannya terhadap 3 komponen yaitu Negara, sektor swasta dan masyarakat yang saling berinteraksi dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Negara menciptakan lingkungan politik dan hukum yang kondusif, sector swasta menciptakan pekerjaan dan pendapatan, adapun masyarakat memfasilitasi interaksi social budaya politik, menggerakkan kelompok masyarakat untuk ambil bagian dalam kegiatan ekonomi, politik, sosial dan budaya. Prinsip mendasar yang melandasi perbedaan antara kepemerintahan (governance) dengan pola pemerintahan tradisional adalah terletak pada tuntutan yang sedemikian kuat agar peranan pemerintah dikurangi dan peran masyarakat termasuk dunia usaha dan LSM semakin di tingkatkan untuk membantu sebuah kinerja pemerintah dalam membangun.

 


Jumat, 13 Juni 2014

tugas 4 etika dan filsafat kepemimpinan



NAMA : MERELIUS SUWANDO
NIM     : 2012210048

JAWABAN
2. Faktor pendukung  dalam  menjalankan visi dan misi seorang itu perlu adanya dukungan atau atau motivasi bisa dari keluarga sehingga berjalannya suatu tugas tersebut dengan baik, faktor lingkungan yang mendukung  seperti  alat transportasi untuk melakukan aktivitasnya dan dukungan dari teman atau kerabat yang selalu membatu dan memberikan semangat kepada kita sehinggga tugas kita berjalan lancar.
3. Faktor penghambat dalam melaksanakan tugas misalnya seperti kurangnya dukungan dari keluarga atau teman, kurang semangat, sakit, faktor lingkungan seperti alat transprtasi sehingga menghambat dalam menalankan tugasnya itu.
4. pemecahan suatu masalah saling tukar pendapat dengan bawahan, dengan keluarga, sahabat atau teman dekat , atau rekan sekantor, berorganisasi, mendengar pendapat dari orang lan yang bisa membantu memecahkan suatu masalah.

NAMA : MERELIUS SUWANDO NIM : 2012210048 PRODI : ILMU ADMINISTRASI NEGARA TUGAS 3 ETIKA DAN FILSAFAT KEPEMIMPINAN JAWABAN : SOAL NO.1 1. Capaian pertama dalam kepemimpinan yang saya capai mengenai bagai mana membentuk atau mencari kewibawaan untuk menjalankan tugas-tugas dan melaksanakan cita-cita bangsan dan bagaimana mempertangungjawabkan semua nya yang besar terhadap bangsa ini bagai mana menjadi sosok seorang pemimpin yang benar-benar memimpin rakyatnya, seorang pejabat yang mampu melakukan organisasi tindakan nyata dalam membangun bangsa Indonesia dan menjadi memimpin yang baik bagi sebuah organisasi masyarakat dan meningkatkan kesejahtraan masyarakat. Capaian kedua dalam menjadi seorang pemimpin, pada hakekatnya pemimpin sebagai pelayan bagi bangsa maupun rakyat, di samping itu, tugas pemimpin adalah mewujudkan kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran bagi rakyat yang dipimpinya Jabatan yang di sandangnya akan digunakan sebaik munkin dalam menalan kan sebuah organisasi secara produktif mungkin untuk menyampaikan pandangan dan sikap dalam berbagai hal terutama terhadap masalah-masalah fundamental yang terjadi dalam bangsa dan rakyat ini itulah yang akan saya capai pada saat berkerja nanti.



NAMA : MERELIUS SUWANDO
NIM      : 2012210048
PRODI : ILMU ADMINISTRASI NEGARA

NAMA : MERELIUS SUWANDO
NIM      : 2012210048
PRODI : ILMU ADMINISTRASI NEGARA
TUGAS 3 ETIKA DAN FILSAFAT KEPEMIMPINAN

JAWABAN : SOAL NO.1
1.       Capaian pertama dalam kepemimpinan yang saya capai mengenai bagai mana membentuk atau mencari kewibawaan untuk menjalankan tugas-tugas dan melaksanakan cita-cita bangsan dan bagaimana mempertangungjawabkan semua nya  yang besar terhadap bangsa ini bagai mana menjadi sosok seorang pemimpin yang benar-benar memimpin rakyatnya, seorang pejabat yang mampu melakukan organisasi tindakan nyata dalam membangun bangsa Indonesia dan menjadi memimpin yang baik bagi sebuah organisasi masyarakat dan meningkatkan kesejahtraan masyarakat.
Capaian kedua dalam menjadi seorang pemimpin, pada hakekatnya  pemimpin sebagai pelayan bagi bangsa maupun rakyat, di samping itu, tugas pemimpin adalah mewujudkan kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran bagi rakyat yang dipimpinya  Jabatan yang di sandangnya akan digunakan sebaik munkin dalam menalan kan sebuah organisasi secara produktif mungkin untuk menyampaikan pandangan dan sikap dalam berbagai hal terutama terhadap masalah-masalah fundamental yang terjadi dalam bangsa dan rakyat ini itulah yang akan saya capai pada saat berkerja nanti.